Download Soal SKB CPNS 2018 Guru Biologi

296

Biologi merupakan mata pelajaran yang termasuk dalam rumpun ilmu pengetahuan alam (IPA atau sains). Ilmu sains berkaitan dengan cara mencari tahu (inquiry) tentang alam secara sistematis, sehingga pembelajaran bukan hanya sebagai penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep atau prinsip-prinsip saja, tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Pembelajaran biologi di sekolah menengah diharapkan dapat menjadi wahana bagi peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih lanjut dalam kehidupan sehari-hari.

Guru Biologi Global
Bafadal (2004) mengemukakan guru yang profesional adalah guru yang mampu mengelola dirinya sendiri dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari. Menjadikan guru profesional merupakan suatu proses yang bergerak dari ketidaktahuan menjadi tahu, dari ketidakmatangan menjadi matang, dan dari diarahkan orang lain menjadi mengarahkan diri sendiri. Peningkatan mutu pendidikan berbasis sekolah di era global mempersyaratkan adanya guru yang memiliki pengetahuan luas, kematangan, keimanan dan ketaqwaan, dan mampu menggerakkan dirinya sendiri dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dengan selalu mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi khususnya teknologi informasi yang ada. Lebih lanjut, dikemukakan guru akan bekerja secara profesional bilamana guru tersebut memiliki kemampuan (ability) dan motivasi (motivation) yang tidak terpisahkan. Maksudnya adalah seorang guru akan bekerja secara profesional bila mana memiliki kemampuan kerja yang tinggi dan kesungguhan hati untuk mengerjakan tugas-tugasnya dengan sebaik-baiknya.

Menurut UU No. 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, guru di Indonesia adalah guru yang profesional melakukan pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan tujuh hal, yaitu (1) memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme, (2) memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketaqwaan, dan akhlak mulia, (3) memiliki kualifikasi akademik, profesi, dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas, (4) memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas, (5) memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan, (6) memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja sehingga guru menjadi bangga akan profesi yang digelutinya, dan (7) memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat (long life learning).

Terkait dengan kompetensi, guru diharapkan memiliki 4 kompetensi yaitu: kompetensi pedagogik, keperibadian, profesional, dan sosial (UU No. 20/2003; PP No. 19/2005).

Kompetensi Pedagogik.

Guru memiliki kemampuan memahami karakteristik peserta didik yang diwujudkan dalam kemampuan mengidentifikasi perkembangan peserta didik (kognitif, humanistik, dan spiritual), potensi khusus anak, ciri-ciri kepribadian anak, dan gaya belajar anak.

Kompetensi Kepribadian.

Guru yang memiliki kepribadian yang baik adalah guru yang memiliki kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif dan bijaksana, berwibawa, dan berakhlak mulia sehingga menjadi panutan di masyarakat khususnya masyarakat sekolah.

Kompetensi Profesional.

Guru menguasai bahan ajar biologi secara luas dan cukup mendalam tentang materi biologi yang menjadi bidangnya.

Kompetensi Sosial

Guru yang memiliki kompetensi sosial adalah guru yang memiliki kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, teman sejawat, dan masyarakat, sehingga dapat diterima oleh kelompok masyarakat mana pun di dalam lingkungannya.

a. Berpikir kritis
Pekerjaan (guru) di abad ini dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, yaitu kemampuan mengidentifkasi masalah dalam pekerjaannya, melakukan analisis, evaluasi, melakukan pemecahan masalah, mengambil keputusan untuk diterapkan, yang didukung oleh pemanfaatan on line information.

b. Kreatif
Dalam menyajikan pelajaran, guru diharapkan selalu menyajikan ide-ide baru, baik terkait dengan materi pembelajaran maupun strategi yang digunakan. Guru yang kreatif adalah guru yang disenangi oleh siswa karena siswa tidak merasa bosan dalam belajar atau belajar menjadi menyenangkan.

c. Kolaborasi
Bekerja bersama-sama akan memudahkan dalam memecahkan berbagai persoalan. Guru yang bekerja sama dengan tim (minimal dalam MGMP) akan menemukan cara pemecahan masalah yang baik, menemukan strategi pembelajaran yang lebih baik, merancang media atau sumber belajar yang lebih kreatif, dan merencanakan cara penilaian yang lebih baik. Dalam pembelajarannya, guru sangat baik melakukan kajian pembelajaran (lesson study) bersama beberapa guru di sekolahnya.

d. Memahami berbagai budaya.
Di era global dengan kemajuan teknologi informasi, semua pekerja (termasuk guru) harus memahami berbagai budaya yang ada di muka bumi ini.. Oleh karena itu, guru harus mampu mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajarannya. Dengan memahami budaya lokal, guru dapat merancang pembelajaran (materi biologi, dan strategi pembelajaran) yang langsung menyentuh dan mendukung pelestarian budaya setempat.

e. Komunikasi
Di atas telah diuraikan bahwa guru di era global harus menguasai dan mampu menggunakan bahasa dunia (salah satunya bahasa Inggris). Dengan menguasai bahasa Inggris dengan baik, guru dapat mengajar dengan menggunakan bahasa Inggris maupun bahasa nasional (bahasa Indonesia), mampu megakses informasi dari berbagai sumber, menyampaikan informasi kepada semua orang, dan mampu berkomunikasi dengan sesama guru biologi di seluruh dunia. Dengan kemampuan seperti ini, guru tersebut akan menjadi ideal yang selalu mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya.

f. Penguasaan E-learning
Penguasaan e-learning oleh guru biologi di era global merupakan sesuatu yang tidak dapat ditawar. Dengan menguasai e-learning, guru dapat merencanakan pembelajarannya berbasis komputer termasuk di dalamnya pembelajaran berbasis information communication technology (ICT).

g. Mengelola Diri Sendiri untuk Belajar Sepanjang Hayat
Perkembangan IPTEK sangat pesat, apalagi didukung oleh berbagai peralatan yang canggih, penemuan-penemuan di bidang biologi menjadi sangat pesat. Oleh karena itu, guru biologi harus memiliki komitmen untuk selalu belajar secara mandiri (long life learning) sehingga tidak tertinggal oleh perkembangan biologi yang menjadi tanggung jawabnya dalam kehidupan karirnya.

Kiat-Kiat Meningkat Profesionalisme Guru
Peningkatan profesionalisme guru biologi harus dilakukan secara sistematis, mulai dari mereka masih duduk di bangku luliah sampai mereka menjadi guru di sekolah, dalam arti direncanakan secara matang, dilaksanakan secara taat asas, dan dievaluasi secara objektif. Lahirnya seorang profesional tidak bisa hanya dari proses.

Standar kompetensi dalam kurikulum pembelajaran biologi menyediakan berbagai pengalaman belajar untuk memahami konsep dan proses sains.Kualitas pembelajaran biologi mengalami peningkatan setelah diterapkan secara profesional. Guru profesional dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas. penguasaan kompetensi siswa kelas materi biologi.

Berikut Contoh Soal SKB Guru Biologi
View Fullscreen

Komentar Pengunjung