Penjelasan Singkat Permen PANRB Nomor 61 Tahun 2018

1458

Bagi rekan-rekan pejuang NIP yang masih bingung dengan Peraturan Menteri PANRB Nomor 61 Tahun 2018, berikut simpulan dan simulasi sementara mengenai poin-poin penting dalam peraturan tersebut.

Rangkuman Permenpan No. 61 Tahun 2018

1. Peserta SKB dibagi menjadi 2 kelompok.

2. Kelompok 1 berasal dari peserta yang sudah lolos SKD, sedangkan kelompok 2 berasal dari peserta yang tidak lolos SKD, kemudian diambil berdasarkan peringkat.

3. Nilai minimal masuk kelompok 2 adalah dengan jumlah akumulatif SKD 255.

4. Pengambilan kelompok 2 untuk mengikuti SKB adalah jumlah formasi yg dibutuhkan “dikurangi” kelompok pertama. Jadi, jika Instansi X butuh 200 guru SD, yang lolos SKD 10, maka kelompok 2 terdiri dari 200-10=190, kemudian hasil tersebut dikalikan 3. Sehingga 190×3=570 peserta SKB.

5. Dari total peserta SKB 570 tersebut diambil dari peringkat 1-570 dari peserta yang tidak lolos SKD.

6. Jika ada jumlah total nilai sama, maka akan diurutkan berturutan dr TKP, TIU, TWK. Jika pada urutan 569-570 nilai sama persis, dan TKP, TIU, TWK juga sama, maka semua akan diambil. JADI, 570 Berubah lagi jumlahnya.

8. Peserta SKB kelompok 2 hanya berebut untuk mengisi selisih antara jumlah formasi dikurangi yang lulus SKD.

9. Peserta yang lulus SKD wajib mengikuti SKB meskipun terdiri dari 1 peserta per formasi.

10. Jika dalam 1 formasi memiliki peserta yang lolos PG, maka peserta yang melamar di formasi tersebut (tidak lolos PG) masih memiliki kesempatan untuk dialihkan ke formasi lain asalkan masuk dalam perangkingan.

11. Untuk formasi K2, tidak berlaku yg di atas, jadi ada yg lolos SKD atau tidak, maka yg K2 tidak akan terpengaruh oleh permen ini.

Jika belum jelas, silakan tulis di kolom komentar!

Komentar Pengunjung