Materi Soal SKD: Integritas Nasional

137

Integritas Nasional terbentuk karena adanya perjuangan para pahlawan dalam membangun Bangsa ini menjadi Bangsa yang merdeka. Dengan adanya integritas nasional ini, akan membuat suatu Bangsa akan dikenal oleh Dunia tentang keberadaannya.

Bangsa ini dibangun dengan 4 pilar Kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Jika salah satu pilar saja rusak ataupun diabaikan, maka bangunan Bangsa ini akan berkurang kekuatannya.

Dalam menanggapi keberagaman masyarakat, Bangsa Indonesia memiliki pengalaman yang cukup panjang dibanding dengan Bangsa-Bangsa lain.

Hal ini merupakan wacana yang masih baru di Negara Barat, bahkan sebelum munculnya sistem muktikulturalisme disana.

Jauh berabad-abad yang lalu Bangsa Indonesia sudah memiliki filsafat “Bhineka Tunggal Ika”. Namun hal ini baru diterapkan sejak Negara Indonesia ini didirikan (merdeka).

Pada waktu itu, para pendiri Bangsa dengan dukungan penuh seluruh rakyat telah setuju mencantumkan kalimat “Bhineka Tunggal Ika” pada Lambang Negara Pancasila.

Kalimat itu sendiri diambil dari filsafat Nusantara, tepatnya pada zaman Kerajaan Majapahit juga telah dipakai sebagai motto pemersatu wilayah di kawasan Nusantara.

Ini artinya, jauh sebelum Bangsa ini menjadi terdidik dengan tingkat integritas nasional seperti sekarang, kesadaran akan hidup bersama di dalam keberagaman sudah lama tumbuh dan menjadi jiwa serta memberikan semangat bagi putra putri Bangsa di Negeri ini.

Sebuah Bangsa terwujud dan akan kuat apabila memiliki syarat, yaitu yang disebut oleh Ir. Soekarno sebagai “le desire d’etre ensemble” atau kehendak akan bersatu.

Beliau mengingatkan bahwa syarat pendirian suatu Bangsa yaitu didasarkan pada keinginan yang kuat dari setiap elemen masyarakat untuk bersatu.

Keinginan bersatu itu bisa terpupuk maupun menipis tergantung kepada seberapa jauh unsur Negara, pemimpin lokal, dan majunya pembangunan yang ada.

Sementara itu, dalam pandangan militer (TNI) dikenal ajaran “serangan atas suatu titik di wilayah Indonesia diartikan sebagai serangan kepada seluruh wilayah Negara”

Selain persatuan, keanekaragaman Bangsa Indonesia merupakan substansi utama faham kebangsaan.

Persatuan Indonesia tidak menghapus keanekaragaman dan bukan menciptakan keseragaman, melainkan melestarikan dan mengembangkan kebinekaan.

Oleh karenanya perlu terus dilakukan upaya-upaya untuk membangun wawasan mengenai Kebangsaan dan Integritas Nasional pada diri setiap anak Bangsa.

Upaya-upaya itu adalah :

  • Adanya rasa ikatan yang kokoh dalam suatu kesatuan dan kebersamaan di antara sesama anggota masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, maupun golongan.
  • Saling membantu antara sesama manusia demi mencapai tujuan dan cita-cita bersama.
  • Tidak membangun primordialisme dan eksklusifme karena hanya akan merusak persatuan
  • Membangun kebersamaan dengan semboyan bahwa suka duka anggota masyarakat adalah suka duka seluruh Bangsa dan Negara.
  • Mampu mengembangkan sikap untuk berfikir dan berperilaku positif dimanapun ia berada.
  • Senantiasa berfikir jauh kedepan, membuat gagasan untuk kemajuan Bangsa dan Negaranya menuju kemandirian dan kesetaraan dengan Bangsa-Bangsa lain.

Dengan melekatnya keenam ciri itu pada setiap anak Bangsa, maka integrasi nasional dapat lahir dan tumbuh menjadikan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang maju dan kuat.

Sebab-sebab kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu :

  • Bangsa yang bersatu dan memiliki integritas Nasional, dapat melakukan rencana pembangunannya dengan lancar, serta memiliki daya tahan dan kemampuan dalam menghadapi segala bentuk ancaman.
  • Melalui integritas nasional, Bangsa Indonesia yang sedang berkembang akan mampu menetralisir semua kecenderungan negatif yang timbul dari proses pembangunan itu sendiri.
  • Dengan integritas nasional, dimungkinkan akan dilakukan tindakan penyusunan, pengerahan dan pendayagunaan segala sumber daya secara lebih terarah sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai.
  • Hal ini sangat relevan dengan kondisi geografis, demografis, dan sosial budaya kita. Daerah yang pendudukannya padat tetapi sumber dayanya kurang dan daerah yang kaya sumber daya alam namun penduduknya jarang, kedua jenis daerah ini sama-sama dalam keadaan sejahtera dan rentan terhadap kerawanan.
  • Melalui integritas nasional, kita dapat mengelola alokasi sumber daya dan menentukan skala prioritas dengan sebaik-baiknya.
  • Integritas nasional menjamin keterpaduan dan kesejahteraan, sekaligus menghilangkan kecurigaan satu sama lain, sehingga semua perhatian dapat lebih terkonsentrasi kepada upaya pembangunan nasional.
  • Melalui integritas nasional akan semakin memantapkan persatuan dan rasa saling percaya, sebab kepentingan perorangan atau golongan akan terakomodasi secara proporsional dalam pembangunan Bangsa.
  • Berkat integritas nasional, maka perhatian terhadap aspek keamanan masyarakat akan sejalan dengan aspek kesejahteraan, karena kedua hal tersebut bersifat interdependensi dan berkorelasi secara integral. Itulah sebabnya dalam pembangunan nasional yang integratif, sistim keamanan dan kesejahteraan selalu dilaksanakan secara stimulan, serasi, selaras, dan proporsional.

Dengan integritas nasional yang kokoh, kita dapat mengendalikan perubahan dan pembaharuan dalam berbagai aspek, tanpa adanya konflik dan guncangan yang berarti.

Waspadai pihak-pihak tertentu yang selalu berusaha merobohkan Negara kesatuan Republik Indonesia, baik itu berasal dari dalam maupun dari luar negeri.

Peristiwa lepasnya Timor Timur sebagai wujud disintegrasi Bangsa secara parsial dan berbagai tindakan makar seperti yang pernah dilakukan PKI pada peristiwa Madiun 1948 dan G 30 S PKI 1965 serta pemberontakan DI/TII, PRRI Permesta dan lain-lain tidak boleh terulang lagi dan menjadi tanggung jawab kita semua untuk menjaganya.

Jangan ada diantara warga masyarakat atau individu manapun yang merasa terpinggirkan dalam proses sosial budaya politik dan ekonomi, sehingga ingin memisahkan diri dari kesatuan NKRI. Tetapi tuntutlah hak tersebut secara baik sebagai warga dari negara ini dan bersama-sama mengembangkan persaudaraan yang bebas dari prasangka-prasangka yang tidak konstruktif

Untuk menjaga keutuhan Negara dalam membangun integrasi nasional, kita perhatikan juga Visi Indonesia 2020 sebagaimana dimuat dalam ketetapan MPR no. VII/MPR/2001 yakni terwujudnya masyarakat Indonesia yang religius, manusiawi, bersatu, demokratis, adil, sejahtera, maju, mandiri, serta baik dan bersih dalam penyelenggaraan sebuah Negara.

Indikator “bersatu” menurut ketetapan MPR tersebut adalah :

  • Meningkatnya rasa semangat persatuan dan kerukunan Bangsa.
  • Meningkatnya toleransi, kepedulian, dan tanggung jawab sosial.
  • Berkembangnya budaya dan perilaku sportif, serta menghargai dan menerima perbedaan dalam kemajemukan.
  • Berkembangnya semangat anti kekerasan.
  • Berkembangnya dialog secara wajar dan saling menghargai antar kelompok dalam masyarakat.

Proses Pembentukan dan Perkembangan Integritas Nasional

Integritas nasional yang dibangun di atas kebhinekaan senantiasa mendapat tantangan seiring dengan tumbuh kembangnya Bangsa Indonesia, terlebih lagi dalam konteks pengaruh globalisasi yang semakin tak terbendung.

Yang dimaksud dengan ancaman adalah setiap usaha atau kegiatan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri yang dinilai membahayakan kedaulatan Negara, Keutuhan wilayah Negara, dan keselamatan segenap Bangsa.

Menjaga keutuhan Bangsa dan Negara harus dilakukan oleh seluruh komponen Bangsa agar cita-cita dan tujuan Nasional dapat tercapai, sebagaimana termaktub dalam pembukaan UUD 1945 tepatnya di alinea keempat.

Pencapaian tujuan nasional dan cita-cita masyarakat yang adil dan makmur ditengah-tengah kebhinekaan masyarakat Indonesia bukanlah pekerjaan mudah, sebab keragaman yang ada di satu sisi bisa merupakan potensi untuk memeperkaya khazanah Bangsa sebagai bentuk persatuan dan kesatuan, tetapi di sisi lain bisa juga menjadi sebuah potensi yang dapat menimbulkan perpecahan.

Ketika hal ini bisa menyebabkan persatuan dan kesatuan Bangsa, maka akan semakin memperkokoh jati diri dan kepribadian Bangsa. Tetapi ketika keanekaragaman ini tidak bisa disikapi dengan bijak, maka akan menyebabkan konflik-konflik internal, yang jika dibiarkan dapat mengancam persatuan dan kesatuan Bangsa.

Dengan kata lain, kemajemukan yang ada pada masyarakat Indonesia dapat menjadi faktor pendukung penguatan jati diri kebangsaan dan memperkuat persatuan, tetapi dapat juga berpotensi menjadi kerawanan yang mengancam keutuhan Bangsa dan Negara.

Oleh karena itu, berbagai kemungkinan yang menghambat integrasi nasional ini harus segera di antisipasi.

Istilah integritas nasional mengandung arti pembaruan/penyatuan, sehingga menjadi kesatuan yang utuh dan bulat.

Istilah integritas nasional merujuk kepada seluruh unsur dalam rangka melaksanakan kehidupan Bangsa meliputi sosial, budaya, dan ekonomi.

Dengan demikian, integritas nasional dapat diartikan sebagai penyatuan bagian-bagian yang berbeda dari suatu masyarakat menjadi suatu keseluruhan yang utuh, atau memadukan masyarakat-masyarakat kecil yang banyak jumlahnya menjadi suatu Bangsa.

Integritas nasional mencakup dimensi vertikal dan dimensi horizontal.

Dimensi vertikal

Menyangkut proses menyatukan presepsi dan perilaku antara pemerintahan (elit) dan rakyat dengan cara menghilangkan, dan mengurangi kesenjangan antara kelompok yang berpengaruh dengan yang dipengaruhi, serta menjembatani perbedaan antara pemerintahan dengan rakyat.

Dimensi horizontal

Menyangkut pengintegrasian kelompok-kelompok dalam masyarakat, dengan cara menjembatani perbedaan-perbedaan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor teritorial dengan mengurangi kesenjangan yang ditimbulkan oleh faktor-faktor tersebut.

Secara singkat proses terbentuknya integritas nasional di Indonesia dapat dideskripsikan sebagai berikut :

Mode awal pembentukan Integritas Nasional

Adalah rasa senasib sepenanggungan yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia sejak dulu kala. Meskipun perjuangan Bangsa Indonesia dalam mengusir penjajah pada kurun waktu sebelum abad ke 20 ditandai sifat kedaerahan, namun rasa senasib sepenanggungan yang ditunjukan oleh para pejuang sudah mencerminkan benih-benih semangat kebangsaan, yang pada dasarnya membentuk keutuhan Bangsa Indonesia.

Memasuki abad 20

Gejala semangat kebangsaan semakin jelas, ketika muncul berbagai organisasi atau pergerakan yang menjadi titik awal kebangkitan nasional. Perjuangan melalui berbagai organisasi seperti Budi Utomo, Serikat Dagang Islam, Perhimpunan Indonesia, dan lain sebagainya mencitrakan adanya integrasi sosial dan cultural.

Pada dekade 1920-an

Pada periode ini, para pemuda Indonesia dengan bangga mengusung tema persatuan dan kesatuan dalam menuju Indonesia Merdeka.

Contohnya adalah melalui peristiwa Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928, dimana para pemuda menunjukan peran sertanya dalam pembentukan integrasi nasional.

Menjelang Proklamasi

Semangat kebangsaan semakin menguat setelah dilaksanaknnya proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, dan terbentuklah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal ini mengandung arti bahwa terbentuknya nasionalisme Indonesia, merupakan sebuah konsep keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia yang dibangun atas pilar Bhineka Tunggal Ika.

Pasca Proklamasi Kemerdekaan

Perjalanan Bangsa Indonesia dalam bernegara harus ditempuh melalui berbagai peristiwa dan dinamika. Berbagai cobaan yang menggoyang keutuhan Bangsa juga dialami, bahaya atau ancaman terhadap negara menjadi hal yang ditakutkan, karena bisa merugikan Bangsa itu sendiri.

Komentar Pengunjung